RSUD Muara Bengkal di Kutim Resmi Beroperasi Kembali Setelah Setahun Dibangun

oleh -520 views
oleh
banner 1024x768

Sangatta – Setelah berdiri selama satu tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bengkal di Kabupaten Kutai Timur akhirnya memulai operasionalnya. Hal ini ditandai dengan telah diresmikannya RSUD Muara Bengkal serta pelantikan sejumlah pejabat Dinas Kesehatan yang akan bertugas di rumah sakit tersebut.

RSUD Muara Bengkal diharapkan dapat melayani 5 kecamatan pedalaman yang berada di sekitarnya, seperti Kecamatan Muara Bengkal, Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Long Mesangat, Kecamatan Busang dan Kecamatan Batu Ampar.

“Kita ingin cepat-cepat memulai (pelayanan) RSUD Muara Bengkal ini, kita sudah setahun ini jadi rumah sakit belum diapa-apain, takutnya alat-alatnya yang ada bisa rusak,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani Hasanal, pada hari Minggu (19/11/2023).

Meskipun demikian, pihaknya masih perlu melengkapi baik peralatan maupun tenaga kesehatan sesuai dengan standar pelayanan mutu rumah sakit tipe D.

Terutama dalam hal tenaga kesehatan, kebutuhan bidan dan perawat telah terpenuhi, namun masih terdapat kekurangan dalam dokter spesialis.

Bahrani mengungkapkan bahwa dokter spesialis di RSUD Muara Bengkal belum tersedia secara definitif. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Sangkulirang untuk menyediakan jadwal dokter spesialis yang membantu di RSUD Muara Bengkal.

“Ada juga beberapa dokter kandungan di Sangatta bersedia juga dibikin jadwal, sementara waktu ini masyarakat disana mendapat akses pelayanan dokter spesialis sambil kita melengkapi dokter lainnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bahrani mengaku bahwa pihaknya telah melakukan rekrutmen tenaga kesehatan khusus untuk RSUD Muara Bengkal, dari 114 pendaftar, 76 orang berhasil lolos, termasuk perawat, bidan, analis kesehatan, radiografer, dan dokter gigi.

RSUD Muara Bengkal diharapkan memiliki dokter spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, bedah, dan anestesi. Namun, keberadaan dokter spesialis bedah dan kandungan tidak dapat berjalan tanpa kehadiran dokter anestesi.

“Nah ini baru ada asisten anestesi, dokternya belum ada, kita mencoba jalur mana-mana agar bisa memenuhi tenaga disana agar pelayanan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Baca terus artikel kami di GoogleNews