Siang Geah: Peran Pertanian Vital dalam Penguatan Struktur Ekonomi Kutim

oleh -524 views
oleh
banner 1024x768

SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Siang Geah mengapresiasi serta mengingatkan kembali bahwa semangat tema Pembangunan yakni “Penguatan Struktur Ekonomi Guna Mendukung Perekonomian Daerah” harus menjadi acuan yang akan mencerminkan arah strategis pembangunan yang diinginkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim untuk tahun 2024 mendatang.

Menurutnya, tema ini mencerminkan kebutuhan akan diversifikasi ekonomi dan investasi pada sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Geah menyoroti bahwa sambil tetap fokus pada sektor pertanian, Kutim harus mempertimbangkan peran pertanian dalam memperkuat struktur ekonomi sesuai tema pembangunan.

Sebab, hal ini dapat mencakup upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengintegrasikan produk pertanian lokal dalam upaya diversifikasi ekonomi.

Baca Juga :  DPRD Kutim Tanda Tangani Kerjasama Dengan Kajari Dalam Bidang Hukum

“Tentu, fokus pada sektor pertanian dapat menjadi langkah yang strategis untuk Kabupaten Kutim terutama mengingat ketergantungan pada sektor minerba dan batu bara yang akan menghadapi tantangan di masa depan,” ucap Siang Geah saat menyampaikan pandangan umum fraksinya di rapat paripurna ke XI, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kutim, Kamis (09/11/2023).

Tak hanya itu, Geah juga mengapresiasi peningkatan yang signifikan pada proyeksi pendapatan daerah tahun 2024 dari Rp8,561 triliun menjadi Rp9,148 triliun. Ini menunjukkan optimisme dalam pengembangan sumber pendapatan daerah.

“Meski demikian secara bertahap kita harus bisa memastikan bahwa sumber pendapatan Kabupaten Kutai Timur kedepan berasal dari sumber pendapatan yang berkelanjutan dan tidak terlalu bergantung pada sektor tertentu,” sambung Politisi PDI Perjuangan Kutim itu.

Dalam analisisnya, Geah melihat pertumbuhan yang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat dari Rp245,256 miliar menjadi proyeksi Rp754,108 miliar pada 2024. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan daerah dari sumber-sumber lokal. Sekali lagi, Diversifikasi pendapatan daerah menjadi hal yang penting untuk terus menambah potensi PAD.

Baca Juga :  Arang Jau Berikan Apresiasi PT NAS Bangun Asmara Desa Miau Baru

Fraksi PDI Perjuangan berharap agar tidak ada lagi keterlambatan dalam proyek-proyek pembangunan, terutama yang bersifat krusial dan langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.