Diskop UKM Kutim : Pengrajin Kutim butuh mesin untuk mengolah rotan

oleh -
Diskop UKM Kutim
Plt Seksi Perdagangan Jasa, Industri dan Kerajinan Muhammad Nurhadi, menunjukkan hasil kerajinan masyarakat yang ada di Diskop UKM Kutim. Senin, (31/5/2021).
PEMKAB KUTIM

SANGATTA, KUTIMPOST.COM – Diskop UKM Kutim : Pengrajin Kutim butuh mesin untuk mengolah rotan. Para perajin anyaman rotan yang ada di beberapa Kecamatan Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur membutuhkan mesin pengolahan rotan untuk memudahkan produksi kerajinan dari bahan baku rotan.

“Saat ini para perajin di dua kecamatan yang merupakan sentra pengolahan rotan itu tidak bisa maksimal mengolah kerajinan karena masih dilakukan secara tradisional,” kata Plt Seksi Perdagangan Jasa, Industri dan Kerajinan Muhammad Nurhadi. Senin, (31/5/2021).

Menurut Nurhadi, kendala yang dihadapi para pengrajin yakni bila pesanan produk diminta dalam jumlah banyak, penyediaan bilah rotan yang sudah diserut dan siap dianyam yang disebut pitrit (Rotan pitrit merupakan salah satu jenis rotan jadi dengan bentuk menyerupai lidi) tidak bisa terpenuhi.

Baca Juga :  BPBD Kutim Lelang Pengadaan 11 unit DamKar

Diskop UKM Kutim

Sehingga membutuhkan alat dengan teknologi tepat guna, yang mampu membelah rotan hingga menghasilkan pitrit.
“Pada umumnya pengrajin di sejumlah desa pada dua kecamatan itu masih menggunakan alat sederhana dan tradisional untuk proses membuat barang kerajinan, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga,” katanya.

Nurhadi menjelaskan, peralatan yang digunakan cukup sederhana, hanya berbekal alat yang disebut langgey (pisau kecil yang pegangannya dibuat panjang).

“Jadi pengrajin saat ini membutuhkan mesin untuk meraut rotan, agar lebih cepat dalam pengerjaan yang nanti bisa menjadi usaha kreatif bagi Kutai Timur,” tutupnya.

Tentang Penulis: purji

Gambar Gravatar
KutimPost media online yang berisikan berita seputar Kutai Timur, update terbaru memberikan wawasan bagi pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.