Inisiatif Faizal Rachman: Bimtek untuk Atasi Kelangkaan Pupuk di Kutim

oleh -573 views
oleh
Inisiatif Faizal Rachman Bimtek untuk Atasi Kelangkaan Pupuk di Kutim
banner 1024x768

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Inisiatif Faizal Rachman Bimtek untuk Atasi Kelangkaan Pupuk di Kutim. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Faizal Rachman, melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kaubun pada Kamis (16/11/2023).

Kunjungan tersebut turut melibatkan keikutsertaannya dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kutim, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan ternak dengan teknologi Nanocell NTJ.

“Alhamdulillah, hari ini kita ada acara Bimtek di Kaubun dengan Nitrobacter Thomas Janardi,” ucap Faizal.

Kegiatan tersebut adalah inisiasi dari Faizal Rachman yang s

Faizal mengaku bahwa sebelumnya sudah menjanjikan kepada para petani Kaubun pihaknya akan mendatangkan pemateri tersebut untuk melaksanakan Bimtek itu. Selain itu, pihaknya juga langsung mendatangkan narasumberr Thomas Janardi, yang juga sebagai penemu Nitrobacter dan memang memiliki hak paten.

Baca Juga :  Leni Dukung UMKM Kutim agar Lebih Berkembang

Sekaligus juga kegiatan itu disosialisasikan kepada para petani terkait dengan strategi untuk peningkatan produktivitas tanaman pangan yang ada di Kecamatan Kaubun.

“Karena kita tahu bahwa Kaubun itu ‘kan menjadi sentral tanaman pangan di Kutim,” jelas Faizal.

Dirinya berharap, bahwa petani tak hanya berkonsentrasi di wilayah pemupukan, akan tetapi juga  berkonsentrasi di pembenahan lahan sebagai media tanam padi.

“Alhamdulillah, Bimtek petani dua desa berjalan lancar. Semoga bermanfaat untuk produktifitas tanaman pangan,” harap Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kutim itu.

Thomas Janardi mengatakan, sasaran utamanya adalah, melakukan koreksi permasalahan yang ada di lapangan. Sebab, di Kaubun itu terjadi permasalahan baik itu tanah tak subur sampai PH tanahnya pun sangat rendah. Bahkan, para petani hanya dua kali saja melakukan penanaman padi dalam setahun.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim, Hadiri Rakorda Penanggulangan Bencana Ke-10 Tahun 2021

“Nah kami sebagai penyedia teknologi menyediakan solusi-solusi loh. Contoh kami bisa melakukan penggemburan tanah hanya dalam waktu semalam. Malamnya disemprot, paginya sudah jadi gembur,” terangnya saat dihubungi pusaranmedia.com melalui via WhatsApp, Kamis (16/11) malam.

Thomas mengungkapkan, praktek Nitrobacter tersebut pihaknya mengakui sudah sering dilakukan Faizal Rachman dan beberapa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan bukan saat ini saja mereka lakukan.

“Bapak Faizal ini sudah lama menggunakan produk kami pak,” pungkasnya.

Baca terus artikel kami di GoogleNews