Peleburan 2 Perguruan Tinggi Di Kutim Menjadi Universitas

oleh -
Peleburan 2 Perguruan
PEMKAB KUTIM

SANGATTA, KUTIMPOST.COM – Peleburan 2 Perguruan Tinggi di menjadi

Dua perguruan tinggi akan naik kelas menjadi satu universitas di Kabupaten Kutai Timur.

Peleburan 2 Perguruan

Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) dikabarkan akan memiliki nama baru yakni Universitas Kudungga.

Demikian disampaikan Rektor STIPER Prof Juraemi saat ditemui tim kutimpost.com usai melakukan pembahasan dengan tim formatur.

“Kita sudah punya kesepakatan antara yayasan STIPER dan STAIS bahwa ingin melakukan penggabungan,” ujarnya, Rabu (28/4/2021) lalu.

Berbagai persyaratan untuk memenuhi kriteria universitas juga telah dipenuhi oleh kedua perguruan.

Baca Juga :  KKN UNTAG Surabaya : Sosialisasi Dan Pembuatan Wastafel Portable di Desa Singa Gembara RT 17 Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Tmur

Sehingga menurutnya, kedua perguruan tersebut memungkinkan dari segi peraturan untuk bergabung menjadi Universitas tunggal.

Bahkan pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan dan mendapatkan apresiasi sebagai timbal balik.

Terkait alasan penggabungan kedua universitas tersebut, Juremi mengatakan bahwa dalam rangka untuk pengembangan perguruan.

Keinginan masyarakat dengan kebutuhan beragam program studi membuat kedua perguruan harus meningkatkan diri menjadi universitas.

“Karena kalau menjadi universitas, kita bisa membuka program-program studi baru. Seperti ekonomi, sosial, hukum, keperawatan, dan sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga :  Tes Tertulis Calon Anggota PPS Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Selatan

Dengan pengadaan program studi lebih banyak, ia yakin daya tampung terhadap keinginan masyarakat juga meningkat.

Juremi mengaku bahwa saat ini, keduanya sedang menyiapkan berbagai dokumen persyaratan yang perlu dilengkapi.

“Tidak ada kendala yang dihadapi. Sekarang kita sedang menyiapkan berbagai dokumen persyaratannya,” ujarnya.

Juremi berharap universitas yang disebut-sebut bernama itu dapat terwujud di tahun 2021 ini. (adv/kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *