Seorang Pria Di Kutim Terancam 12 Tahun Penjara Akibat Nafsunya

oleh -
Seorang Pria Di Kutim Terancam 12 Tahun Penjara Akibat Nafsunya
Tersangka H (30th) saat press release di Ruang Vicon Polres Kutim. Senin, (12/4/2021)
PEMKAB KUTIM

KUTIMPOST.COM – Seorang Pria Di Terancam 12 Tahun Penjara Akibat Nafsunya

Pria berinisial H (30th) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, pria yang sehari-hari menjadi kuli bangunan ini terancam kurungan 12 tahun dan pidana denda paling banyak 6 Miliar Rupiah

Seorang Pria Di Kutim

Berdasarkan atas 2 alat bukti yang sah dalam KUHAP, maka Sat Reskrim Polres menerbitkan Laporan Polisi Nomor : LP/86/IV/2021/Kaltim/Res.Kutim Tgl 10 April 2021. A

Saat press release di Ruang Vicon Polres Kutim, Iptu Abdul Rauf didampingi Ipda Danang menyebutkan, terduga pelaku dijerat dengan

Terduga pelaku terjerat

Baca Juga :  Dinkes Laksanakan Program Vaksin 2 Banding 1

“Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi. Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi”

Dari kesaksian korban (sebut saja Bunga) 12 tahun, saat sedang mandi ada yang merekamnya dari sela-sela dinding kayu rumahnya, sontak korban berteriak meminta tolong kepada orang tuanya yang sedang berada diruang makan

“Mama ada yang merekam aku lagi mandi,” ujar korban. Dari press release Polres Kutim. Senin, (12/4/2021)

Seorang Pria Di Terancam 12 Tahun Penjara

Mendengar teriakan anaknya, orang tua korban langsung mendatangi rumah tetangga yang berdampingan rumah, dan mendapati terduga pelaku sedang ada didalam kamar memainkan handphone nya. Tidak ada orang lain selain terduga pelaku

Baca Juga :  Ronaldo Menjadi Manusia Pertama di Jagad Medsos Dengan 500 Juta Pengikut

Yakin tidak ada orang lain dirumah tersebut, orang tua korban makin yakin jika (H) adalah yang merekam video anaknya sedang mandi

Atas dasar tersebut, orang tua korban keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres

Saat ditanya jumlah korban, Iptu Abdul Rauf menjelaskan, saat ini sedang dalam tahap pengembangan terhadap terduga pelaku

“Kami saat ini terus mendalami dan kita lihat perkembangannya. Kita juga akan serahkan ke Digital Forensik untuk melihat lebih dalam jumlah video yang telah direkam terduga pelaku,” tuturnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *