Serapan Tenaga Kerja Baru di Kutai Timur Capai 41 Ribuan Orang

oleh -550 views
oleh
Serapan Tenaga Kerja Baru di Kutai Timur Capai 41 Ribuan Orang

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Serapan Tenaga Kerja Baru di Kutai Timur Capai 41 Ribuan Orang. Pemerintahan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) pada tahun ketiga masa jabatannya telah berhasil menyerap tenaga kerja baru dengan jumlah mencapai sekitar 41 ribu orang.

Salah satu janji politik dari pasangan ASKB, yang saat ini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, adalah menyerap tenaga kerja baru sebanyak 50 ribu orang selama masa jabatan mereka yang berlangsung selama 4 tahun.

Meskipun waktu yang tersisa tidak lama, namun hingga bulan September 2023, jumlah serapan tenaga kerja baru telah mencapai angka 41 ribu lebih.

Baca Juga :  Kasmidi Bulang Dorong Pembinaan Cabor untuk Kebangkitan Olahraga di Kutim

“Ternyata di tahun ketiga sudah ada 41 ribu, penyerapan tenaga kerja baru di Kutai Timur, padahal targetnya 50 ribu selama 5 tahun,” ungkap Bupati Ardiansyah, Kamis (19/20/2023).

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Sudirman Latif menyampaikan bahwa di tahun 2021, serapan tenaga kerja baru di Kutai Timur mencapai 12.477 orang.

Lalu di tahun 2022, serapan tenaga kerja baru di Kutai Timur mencapai 13.177 orang.

“Dan alhamdulillah sampai bulan September 2023 ini, kita sudah mencetak angka di 15 ribu sekian, sehingga ditotal dari target 50 ribu serapan, kita sudah ada pada angka kurang lebih 41 ribu tenaga kerja,” bebernya.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan bahwa angka 41 ribu tersebut berasal dari berbagai sektor jenis pekerjaan. Data utama diperoleh dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dan data lainnya termasuk dari Dinas Koperasi dan UKM mengenai pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Pemutakhiran Data Pendidikan Salah Satu Program Disdik Kutim

“Kami juga koordinasi dengan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) terkait rekrutmen PPPK dan PNS, lumayan banyak ada seribu lebih, nah inilah yang menjadi akumulasi dari keseluruhan tersebut,” pungkasnya. (Adv Kominfo)