Bupati Kutim Laksanakan Gerakan Pemanfaatan Lahan dan Pekarangan

oleh -
Pencanangan Gerakan Pemanfaatan Lahan dan Pekarangan Oleh Bupati Kutim Ismunandar tahun 2020
Kutim Post - Pencanangan Gerakan Pemanfaatan Lahan dan Pekarangan Oleh Bupati Kutim Ismunandar. Foto : Dok. Kutim Post

KUTIM POST, SANGATTA – Bupati Kutim laksanakan dan Pekarangan, di jalan Sukarno Hatta dekat RSUD Kudungga, Rabu (20/4/2020).

Dalam rangka mengantisipasi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan perkarangan sebagai tempat untuk menghasilkan pangan non beras.

“Hari ini kita canangkan memanfaatkan lahan dan pekarangan kosong, untuk menanam tanaman pangan di 18 Kecamatan se Kutai Timur, upaya menjaga ketahanan pangan Kutim ditengah pandemi covid-19,” tutur Ismu.

Didampingi wakil bupati kutim dan FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kutai Timur, Ismu yakin kedepan Kutim siap dalam menghadapi ketahanan pangan.

Baca Juga :  Penundaan Pilkades, Pemkab Kutim Surati Kemendagri

Ditengah merebaknya pandemi Covid-19, Ismunandar berharap masyarakat mampu melihat peluang dalam dunia pertanian, khususnya singkong dan jagung.

Saat ditanya oleh awak media terkait anggaran, ketua DPRD kutim Firgasih mengatakan anggaran dapat berkelanjutan.

“Mengenai anggaran itu akan kita anggarkan pasca covid-19 ini dan akan berkelanjutan tahun 2021,”

Selain itu, merupakan ketua cabang Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) kutai timur.

Ia mengatakan, penyuluh harus selalu siap dalam menghadapi era modern dan harus selalu semangat, lanjutnya.

dan pekarangan yang rencananya dilakukan di 18 kecamatan se kutai timur.

Baca Juga :  KPC Sumbang APD ke Tim Medis Penanganan Covid-19

Menurut Ismu, ketahanan pangan di Kutim akan mencukupi semua kalangan.

“Jika rata-rata satu kecamatan memiliki 10 hektar lahan, harapan kita kedepan kutai timur siap menghadapi kesiapan ketahanan pangan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *