Tournament Traditional Archery Akan Menjadi Agenda Tahunan

oleh -40 views
Tournament Traditional Archery

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Tournament Traditional Archery Akan Menjadi Agenda Tahunan. Traditional Archery Tournament Cup 2023 yang berlangsung di Lapangan Helipad Kantor Bupati Kutim, Minggu (22/1/2023) di buka secara langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Turnamen yang diikuti oleh sekitar 200 atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) ini turut dihadiri Forkopimda, Ketua KORMI Kutim, Ketua Fespati Kaltim Eko Rio, Ketua Fespati M Anil Rahman beserta jajarannya, pimpinan dan perwakilan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Kutim serta undangan lainnya.

Di awal sambutan, Ardiansyah Sulaiman mengucapkan selamat datang kepada para atlet Traditional Archery yang akan berlaga di Bupati Cup Kutai Timur 2023, selanjutnya dirinya berpesan agar para atlet dapat mengembangkan menjadi olahraga yang profesional.

Baca Juga :  Kirab Budaya Berlangsung Meriah, Akan Diagendakan Setiap Tahun

“Panahan ini tidak hanya tradisioanl tapi ada juga panahan yang profesional. Keduanya tidak jauh berbeda karena membutuhkan konsentrasi, hanya berbeda pada sisi peralatannya,” ungkapnya.

Tournament Traditional Archery Akan Menjadi Agenda Tahunan

Orang nomor satu ini mengatakan, kemungkinan Traditional Archery ini akan menjadi agenda tahunan di Kutim, karena olahraga penting bagi semuanya. Tidak hanya fisik, panahan ini membutuhkan konsentrasi dan fokus.

“Oleh karena ini akan menjadi agenda tahunan, diharapkan Pengurus Cabang Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) agar menyiapkan langkah-langkah untuk persiapan tahun mendatang,” pesan Ardiansyah.

Baca Juga :  Berlaga di Popda Tingkat Provinsi, 140 Atlet Kutim di Lepas Bupati

Sebelumnya Ketua Pengurus Daerah Fespati Kaltim Eko Rio menyampaikan Fespati dibawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) memiliki multievent nasional yaitu Festival Olahraga Rekresiasi Nasional (Fornas), diharapkan di Fornas 2023 yang berlangsung di Jawa Barat mendatang KORMI bisa mengirimkan penggiat-penggiatnya.

“Apabila nanti Kutim mengirim penggiat panahan tradisional ini, diharapkan Fespati Kutim siap memfasilitasi, setidaknya dengan beberapa persyaratan, salah satunya memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA),” ujarnya.

Hal ini, sambung Eko Rio agar pemanah ini membuktikan telah tergabung dengan federasi, sehingga bukan pemanah liar atau asal-asalan tapi pemanah yang tergabung dalam federasi yang menaungi atlet tersebut.