DTPHP Kutim Mulai Kembangkan Pakan Ternak

oleh -541 views
oleh
DTPHP Kutim Mulai Kembangkan Pakan Ternak

KUTIMPOST.COM, Rantau Pulung – DTPHP Kutim Mulai Kembangkan Pakan Ternak. Pola makan ternak menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan peternakan mandiri.

Saat ini, Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim mulai memperkenalkan varietas rumput unggul, yaitu Pancing dan Umami.

Dilansir dari situs ditjenpkh.pertanian.go.id Gama Umami memiliki daun lebih hijau dibandingkan dengan rumput lainnya.

Selain itu, tidak ada bulu halus bahkan jika kita tidur di atas daun tersebut tidak akan merasa gatal dibandingkan jika kita tidur di atas daun rumput gajah.

Gama Umami juga memiliki batang yang empuk dan mudah dengan rasa agak manis. Hal ini sangat menguntungkan karena batang yang lunak tentu akan membuat ternak dapat memakan semuanya tanpa perlu dicacah apalagi jika peternak tidak memiliki mesin cacah.

Baca Juga :  16 Orang Pemuda Kutim Ikuti Welding Development Program

Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim Dyah Ratnaningrum, mengatakan keberhasilan ternak bisa dilihat dari yang dilakukan oleh masyarakat, bisa terlihat dari pola dan jenis pakan yang diberikan kepada hewan ternaknya.

“Hampir mencapai 80 persen keberhasilan peternakan itu di pakan, ” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dorongan kepada peternakan, khususnya yang mengembangkan hewan Sapi, agar secara bertahap mengubah pola dalam memberikan pakan, menggunakan jenis tanaman yang memiliki kandungan yang dibutuhkan oleh ternaknya.

“Kami sengaja memberikan beberapa varietas gama jenis unggul yang kita berikan kepada petani untuk dikembangkan, diantaranya Pancing dan Umami dari UPT Api-api di PPU,” ucap Dyah biasa ia disapa.

Baca Juga :  Kadiskominfo Kutim Luncurkan Program Podcast Sebagai Sarana Informasi

Menurutnya, dua tanaman tersebut, selain memiliki kandungan gizi terutama protein yang baik bagi hewan ternak, dalam hal perawatan tanaman persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum) itu, sangat mudah dan relatif singkat.

“Dimana untuk 20 ekor sapi hanya memerlukan 500 batang pancing dilahan kurang dari setengah hektare, sementara kalau kita liarkan, satu hektare hanya mampu menampung 2 ekor sapi saja, ” Imbuhnya.

Dengan adanya bantuan berupa tanaman tersebut, dirinya berharap para petani mulai merubah pola dalam merawat hewan ternaknya, yang biasanya dilepas liarkan, kini mulai beralih dengan metode kandang, untuk mendapatkan hasil ternak yang lebih baik.