Bupati Kutim Bersyukur UPTD PPRD Sudah Diresmikan

oleh -478 views
oleh
Bupati Kutim Bersyukur UPTD PPRD Sudah Diresmikan
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat memberikan sambutan di pembukaan Samsat UPTD PPRD, di Sangatta.

KUTIMPOST.COM, Sangatta – Bupati Kutim Bersyukur UPTD PPRD Sudah Diresmikan. Rencana peresmian Kantor UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) sudah berkali-kali mau diresmikan, akhirnya dapat diresmikan langsung Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Hal itu disampaikan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman saat mendampingi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, resmikan Kantor UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) di Kutim dan Kantor Samsat Bersama Sangatta, serta Kantor Bersama Samsat Pembantu paten Kecamatan Kaubun, Kutim.

Ia mengaku bahwa Kantor UPTD PPRD ini sudah direncanakan berkali-kali gedung ini untuk diresmikan, akhirnya dapat menyesuaikan waktu oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor dan diresmikan juga.

Baca Juga :  Peresmian RSUD Muara Bengkal, Bupati Ardiansyah Lantik 6 Pejabat Dinas Kesehatan

Itu disampaikan Ardiansyah Sulaiman di hadapan Gubernur Kaltim, Isran Noor, Ketua DPRD Kutim Joni, Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic, Danlanal Letkol Laut (P) Shodikin, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Adi Swastika, Kajari Kutim Romlan Robin, Anggota DPD RI Nanang Sulaiman, Anggota DPRD Kaltim Ismail, Kepala Bappeda Kaltim Ismiyati, Kepala PT Jasa Raharja Kaltim, para kepala perangkat daerah, para camat, perbankan perwakilan stakeholder dan lainnya.

“Selamat datang di Sangatta. Sesuai dengan lirik lagu mars Kutim, meskipun aku pergi jauh aku akan tetap kembali ke Kutim,” jelas Ardiansyah Sulaiman.

Ia berharap usai diresmikan Kantor UPTD PPRD Kutim dan Samsat bisa lebih memberikan dampak positif dan pelayanan lebih meningkat.

Baca Juga :  Langkah Persuasif, Satpol PP Kutim Tegur 19 PKL yang Langgar Aturan

“Terima kasih, seperti yang disampaikan oleh Kepala Bapenda Kaltim Ismiati, Kutim menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar dan sudah mengalami surplus 10 persen dari target yang ditentukan,” ungkapnya.

Ardiansyah berharap, ke depan penerimaan pajak khususnya dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit, bisa terus menjadi salah satu penyumbang terbesar pembangunan.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan batu bara yang berstatus Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di Kutim baru PT Kaltim Prima Coal (KPC) saja yang menyumbang.

“Saya harap perusahaan lain nantinya akan segera menyusul,” harapnya. (Adv)