Pemkab Gunakan Dana Tanggap Darurat Untuk Bantuan Bencana Banjir di Kecamatan

oleh -
Pemkab Gunakan Dana Tanggap Darurat Untuk Bantuan Bencana Banjir di Kecamatan
PEMKAB KUTIM

SANGATTA, KUTIMPOST.COM – Pemkab gunakan Dana Tanggap Darurat untuk bantuan bencana banjir di Kecamatan. Imbas curah hujan tinggi yang mengguyur di beberapa wilayah Kutai Timur (Kutim) teredam banjir cukup dalam, di Benteng Mawakal yang meliputi 8 kecamatan di antaranya Muara Bengkal, Muara Ancalong, Muara Wahau, Busang, Long Mesangat, Batu Ampar, Kongbeng dan Telen.

Pada Jumat (21/5/2021), Pemkab Kutim langsung melakukan langkah responsif, dengan bergerak ke lapangan untuk menyalurkan bantuan ke korban banjir, berupa sembako di Benteng Mawakal menggunakan dana tanggap darurat (DTD) secara simbolis.

Pemkab gunakan dana

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim Jamiatul Khair dan Kepala Syafruddin bersama jajaran Koramil dan Polsek setempat juga langsung bergerak ke lapangan untuk melihat kondisi terkini banjir.

“Atas nama Pemkab Kutim, kami menyalurkan sejumlah bantuan untuk warga yang terdampak banjir di 8 kecamatan ini. Langkah ini diambil secepatnya untuk meringankan beban masyarakat, semoga bermanfaat,” terang Ardiansyah saat menyerahkan bantuan ke Camat Emmanuel Eng di Gedung BPU Long Mesangat.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Mahakam 2021 Akan Segera Dimulai

Selanjutnya, Ardiansyah bersama rombongan meninjau lokasi titik banjir di Muara Ancalong yang merendam Desa Gemar Baru, Kelinjau Ilir, Kelinjau Ulu, Long Nah, Long Tesak, Muara Dun, Senyiur, dan Teluk Baru.

“Kami cukup prihatin atas musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Kutim. Saya sudah koordinasikan dengan Dinsos Kutim untuk memanfaatkan toko sembako di sekitar lokasi agar distribusi cepat ke warga dan untuk BPBD segera melakukan mobilisasi peralatan untuk mengevakuasi dan memberikan pertolongan untuk daerah yang terdampak,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Muara Ancalong Sabran melaporkan untuk di Muara Ancalong, banjir mengenangi sejumlah rumah warga dan jalan akses warga tidak bisa melintas. Banjir diakibatkan curah hujan yang sangat ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyerang kawasan sungai dari hulu ke hilir yang akhirnya air meluap.

Baca Juga :  LSM SIGAB Mitra PPWI Santuni 60 Anak Yatim

“Ketinggian air masih sepinggang orang dewasa di jalan raya. Namun untuk rumah panggung yang berada di seputar bantaran sungai, rata-rata sudah masuk ke dalam rumah warga. Sejauh ini, warga masih memilih untuk tetap bertahan di rumah,” terang Sabran melaporkan ke Ardiansyah saat itu.

Ia juga menambahkan akses transportasi warga juga masih tersendat, beberapa warga memilih mengandalkan menggunakan perahu pasalnya motor ataupun mobil tidak bisa digunakan.

“Itu yang paling parah, kalau mau keluar harus pakai perahu,” jelasnya.

Dijelaskan Sabran, lokasi titik banjir terparah di Muara Ancalong berada di pinggir bantaran sungai dan di jalan raya menuju Kecamatan Muara Bengkal. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *