Sementara PTM Khusus SD Kelas Besar dan SMP

oleh -
Sementara PTM Khusus SD Kelas Besar dan SMP

SANGATTA, KUTIMPOST.COM – Sementara PTM khusus SD kelas besar dan SMP. Bulan Juli mendatang pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bakal dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Disdik Kutim) Roma Malau, Rabu (23/6/2021).

Merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang telah disepakati.

Bahwa pemerintah pusat mewajibkan seluruh sekolah dibuka dan melakukan PTM terbatas setelah guru dan tenaga kependidikan di vaksinasi.

Roma menjelaskan untuk pelaksanaan PTM di tentunya mengedepan yang ketat. Jumlah siswa dalam ruangan 50 persen dari kapasitas kelas. Serta jam pembelajaran juga tidak full.

Baca Juga :  Gelar UKW, AJKT Cetak 27 Jurnalis Kompeten

“Misalnya 30 siswa dalam satu kelas, berarti 15 siswa saja dalam 1 kelas. Waktu belajarnya tidak seperti biasanya,” ungkap Roma.

Lebih lanjut Roma mengatakan, untuk guru-guru yang belum di karena hamil atau belum mendapatkan akan melakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Namun, untuk yang telah divaksin melakukan PTM dengan siswa.

“Untuk yang PTM ini, masih untuk anak kelas besar. Untuk SD kelas 4 – 6 dan SMP. Itu sudah bisa melaksanakan PTM, namun sarana dan prasana menjalankan Prokes tersedia. Seperti cuci tangan, jaga jarak, memakai masker dan lainnya. Kita sudah melakukan monitoring ke sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan pelaksanaan PTM ini,” tutur Roma.

Baca Juga :  Penandatanganan 19 PROPEMPERDA Tahun 2022

Disamping itu, Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas juga melakukan monitoring terhadap persiapan pelaksanaan PTM, di sekolah–sekolah, sambung Roma.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kutim, jumlah pendidik dan tenaga pendidik yang telah divaksin dosis 1 sebanyak 4.022 orang dan dosis 2 sebanyak 3.177 orang. (adv)

Berita Pendidikan Kutim