Sempat Orange, Kini Kecamatan Sangatta Merah Lagi

oleh -
Sempat Orange Kini Kecamatan Sangatta Merah Lagi
PEMKAB KUTIM

SANGATTA, KUTIMPOST.COM – Sempat Orange, kini Kecamatan Sangatta merah lagi. Larangan Mudik pemerintah waktu hari raya Idul Fitri waktu lalu, bertujuan agar meminimalisir mobilisasi warga, guna menekan lonjakan penularan Covid-19 di Kutai Timur.

Namun, selang 10 hari setelah hari raya keagamaan, terdapat peningkatan resiko penularan di beberapa kecamatan seperti dan Sangatta Utara

Sempat Orange

Kecamatan yang semula zona kuning kini meningkat menjadi oranye.

Begitu pula yang sebelumnya sempat turun menjadi zona oranye, kini kembali menjadi zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim), Hasanal mengatakan, belum bisa dipastikan adanya peningkatan akibat mobilisasi masyarakat saat Idulfitri, karena pemudik atau bukan.

Baca Juga :  Semprot Desinfektan, Joni : Berharap Masyarakat Lakukan 5 M

“Jadi Belum bisa dipastikan peningkatan zona ini dari aktifitas mudik. Karena jumlahnya sedikit dan baru 10 hari setelah Idulfitri,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, peningkatan yang terjadi di beberapa kecamatan hanyalah naik-turunnya resiko penularan dan hal tersebut umum terjadi.

Ditambah lagi dengan jumlah peningkatan kasus yang masih terbilang dapat ditoleransi, sehingga pihaknya belum bisa menarik kesimpulan.

“Peningkatan yang ini jumlah kasusnya masih sebatas yang kaya kemarin juga. Walaupun meningkat, masih bisa ditolerir,” ucapnya.

Lanjutnya, Ia mengungkap bahwa meningkat menjadi zona merah karena jumlah pasien yang dalam kondisi positif Covid-19 sebanyak lebih dari 50 orang.

Sempat Orange

Padahal sebelumnya, kecamatan tersebut sempat mengalami penurunan kasus hingga 46 orang yang menyebabkan perubahan zona menjadi oranye.

Baca Juga :  Pengelolaan Bank Sampah, Pemkab Kutim Ubah Pola Kebiasaan Hingga Daur Ulang

“Kan sempat 46 orang, makanya oranye. Tapi naik jadi 54 ini, sehingga menjadi zona merah lagi,” tutur Bahrani.

Peningkatan yang tidak signifikan ini yang membuat pemerintah belum bisa memastikan mobilisasi masyarakat selama pelarangan mulai menunjukkan dampak.

Ia juga berharap, lonjakan penularan Covid-19 di Kutai Timur (Kutim) jangan sampai terjadi mengingat kondisi kesehatan dan ekonomi sudah mulai pulih.

“Kita belum bisa ambil kesimpulan karena masa inkubasi itu kan bisa 2 minggu. Jadi ya sekitar tanggal 26 atau 27 Mei, itu baru mulai kalau ada peningkatan,” tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *